KEHIDUPAN
SEL
Sel sebagai unit
fundamental
Sel merupakan unit paling sederhana dalam
sistem yang lebih besar. Sel bersifat fundamental (mendasar) bagi kehidupan
dalam ilmu biologi. Sel melakukan banyak fungsi yang membantu setiap system dan
berkontribusi pada homeostasis (Kemampuan proses fisiologis tubuh dalam
mempertahankan keseimbangan dan kecenderungan semua jaringan hidup guna
memelihara dan mempertahankan kondisi setimbang) seluruh tubuh. Pada saat yang sama semua sel
membagi struktur dan fungsi yang mendukung aktivitas mereka. Semua sel muncul
dari sel yang ada dengan proses oleh divisi sel, dimana satu sel terbagi
menjadi dua sel identik. Biologi sel atau sitologi adalah studi tentang
struktur dan fungsi sel.
Dalam organisasi biologis, sel merupakan
kumpulan materi paling sederhana yg dapat hidup. Terdapat aneka ragam bentuk
kehidupan yang hadir sebagai organisme sel tunggal.
Sel-sel yang membentuk tubuh manusia sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Partikel terkecil yang terlihat adalah 5 sampai 10 kali lebih besar dari sel manusia biasa, yang rata-rata sekitar 10 sampai 20 mikrometer (μm) dengan diameter (1 μm = 1 juta dari a meter). Sekitar 100 sel berukuran rata-rata berbaris berdampingan akan meregangkan jarak hanya 1 mm (1 mm = seperseribu meter; 1 m = 39,37 inci)
Sel-sel yang membentuk tubuh manusia sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Partikel terkecil yang terlihat adalah 5 sampai 10 kali lebih besar dari sel manusia biasa, yang rata-rata sekitar 10 sampai 20 mikrometer (μm) dengan diameter (1 μm = 1 juta dari a meter). Sekitar 100 sel berukuran rata-rata berbaris berdampingan akan meregangkan jarak hanya 1 mm (1 mm = seperseribu meter; 1 m = 39,37 inci)
Organisme yang lebih kompleks termasuk manusia
dan hewan, bersifat multiseluler tubuh organisme semacam itu merupakan hasil
kerjasama antara banyak jenis sel yang terspesialisasi yang tidak dapat
bertahan hidup dalam waktu lama secara sendirian.
Prinsip teori sel :
·
Sel merupakan unit struktural dan
fungsional terkecil untuk menjalankan proses-proses kehidupan
·
Aktivitas fungsional tiap sel
bergantung pada sifat struktural sel yang bersangkutan
·
Sel adalah bahan organik penyusun
semua organisme multiseluler
·
Struktur dan fungsi organisme
bergantung pada karakteristik structural dan kemampuan fungsional kolektif
sel-sel penyusun nya
·
Semua sel baru dan kehidupan sel baru
berasal hanya dari sel yang sudah ada
·
Karna kelangsungan kehidupan inilah,
sel pada semua organisme pada hakikatnya memiliki struktur dan fungsi serupa.
Gambaran
struktur sel
Triliunan sel dalam tubuh manusia dikelompokkan menjadi sekitar dua ratus jenis berdasarkan variasi struktur dan fungsi tertentu. Namun, terlepas dari beragam spesialisasi struktural dan fungsionalnya, sel-sel yang berbeda berbagi banyak fitur. Sebagian besar sel manusia memiliki tiga subdivisi utama : membran plasma, yang membungkus sel; nukleus, yang berisi materi genetik sel; dan sitoplasma; bagian interior sel tidak ditempati oleh nukleus.
1.
Membran plasma
Membran plasma adalah struktur membran tipis
yang membungkus setiap sel dan sebagian besar terdiri dari molekul lemak
(lemak) Dan bertatahkan dengan protein. Penghalang ini memisahkan isi sel dari
sekitarnya.membran plasma dapat di samakan dengan benteng kota yang dapat
terjaga keamanan nya untuk melindungi bagian dalam sel. membran plasma dan
membran organel terdiri dari lapisan yang berpasangan (bilayer) fosfolipid,
atau lebih dikenal dengan fosfolipid bilayer dengan berbagai protein yang
tertanam dalam lapisan tersebut. Di bagian dalam membrane,ekor fosfolipid
bersifat hidrofobik (zat yang tidak dapat larut dalam air tapi dapat larut
dalam minyak) begitupun juga dengan bagian dalam protein membran yang
bersentuhan dengan bagian ekor. Kepala fosfolipid bersifat hidrofilik (zat yang
dapat dilautkan dalam air), seperti protein atau bagian potein yang yang
bersentuhan dengan larutan berpelarut air di kedua sisi membran.
Saluran yang melalui protein tertentu juga
bersifat hidrofilik. Rantai samping karbohidrat hanya dapat ditemukan melekat
pada protein atau lipid di permukaan luar membran plasma. Membran plasma juga
berperan penting dalam komunikasi antara sel dan sel dan lingkungan eksternal
mereka.
2. Nukleus
Bagian utama dari bagian sel ialah nukleus dan
sitoplasma. Nukleus adalah bagian terbesar dari komponen sel. Nukleus
mengandung DNA dan RNA. Nukleus adalah
struktur berbentuk bola atau oval yang biasanya menonjol dari sabuah sel,
nukleus berada ditengah sel. Kebanyakan sel memiliki satu nukleus, walaupun
beberapa sel seperti sel darah merah tidak memiliki nya. Sebaliknya, sel otot
dan beberapa jenis sel lain nya memiliki beberapa nukleus. Di dalam nukleus ada
bulatan kecil yang disebut nukleoulus yang berfungsi dalam produksi ribosom dan
untuk sintesis protein.
Pori-pori nukleus mengendalikan pergerakan
substansi zat dan sitoplasma. Setiap pori-pori nukleus terdiri dari
susunan protein melingkar yang besar dengan pusat sekitar 10 kali lebih luas daripada
pori protein saluran di membran plasma. Kompleks pori (struktur protein rumit)
melapisi setiap pori dan memainkan peran enting dalam sel dengan mengatur
keluar masuknya sebagian besar protein dan RNA. Dalam nukleus, DNA
dikelompokkan menjadi diskret yang disebut kromosom atau struktur yang membawa
informasi genetik.
kromosom sel (tubuh) manusia memiliki 46
kromosom yang masing-masing diwarisi 23 kromosom dari orang tua. Setiap kromosom yang terbuat dari materi
disebut kromatin (kompleks dari protein dan DNA) yang tampak sebagai kromosom
individual ketika sel membelah. kromatin muncul sebagai difusi massa granula.
3. Ribosom
Ribosom merupakan kompleks yang terbuat dari
RNAr dan protein, merupakan komponen seluler ntuk melaksanakan sintesis
protein. Sel yag memiliki laju sintesis protein tertinggi memiliki ribosom yang
sangat banyak, seperti sel pankreas yang memiliki jutaan ribosom . Tidak heran,
sel yang aktif dalam sintesis protein adalah ribosom. Ribosom membuat protein
di dua tempat yang tersebar di dalam sitoplasma. Yaitu, ribosom bebas dan
ribosom terikat.
Ribosom bebas tersebar dalam sitosol dan
ribosom terikat melekat pada sisi luar reticulum endoplasma atau selaput
nukleus. Ribosom bebas dan ribosom terikat secara struktural. Protein yang
dibuat di ribosom bebas berfungsi dalam sitosol
yaitu untuk mengkatalis penguraian gula. Sedangkan ribosom terikat
berfungsi untuk membuat protein yang akan disisipkan ke dalam membran.
4. Sitoplasma
Sitoplasma adalah bagian dalam sel yang tidak
dapat ditempati nukleus. Sitoplasma terdiri atas semua isi sel, antara membrane
plasma dan nukleus yang memiliki dua komponen yaitu sitosol, dan organel sel yang
memiliki fungsi berbeda di dalam sel. Sitoskeleton (kerangka protein yang
digunakan sebagai tulang dan otot sel) yang tersebar dalam sitosol. Umum nya
semua volume sel total ditempati oleh dua jenis organel bermembran dan tidak
bermembran.
Setiap organel bermembran ialah bagian yang
terpisah sendiridi di dalam sel yang terbungkus membran sperti membran
plasma.sedangkan organel tak bermembran tidak dibungkus membran sehingga dapat
berkontak langsung dengan sitosol. Organel tak bermembran ialah struktur terorganisasi
yang menjalankan fungsi spesifik di dalam sel.
Sitosol (cairan intraselular) adalah
bagian dari sitoplasma yang mengelilingi
organel dan sekitar 55% dari total volume sel. Sitosol mengandung 75 sampai 90%
air ditambah dengan berbagai komponen zat terlarut . sitosol sangat berpengaruh
dalam kelangsungan sel karna, ia merupakan tempat dari banyak reaksi kimia.
Sitoskeleton ialah system jalinan erat dan
tubulus protein yang meluas ke semua bagian sitosol.jalinan sitoskeleton yang
kompleks ini memberi bentuk pada sel, menunjang organisasi internal sel, dan
mengatur semua pergerakan sel. Sitoskeleton adalah jaringan dari tiga
jenis proteinfilament - mikrofilamen, intermediate filament, dan mikrotubulus -
yang meluas sepanjang sitoplasma. Tiga
macam protein filamen berkontribusi pada struktur sitoskeleton serta struktur
organel sel lain nya.
5. Retikulum Endoplasma
Adalah sistem
membran kompleks berisi cairan yang tersebar luas di seluruh sitosol. Retikulum
Endoplasma berperan sebagai pabrik penghasil protein dan lipid. Dikenal dengan
dua jenis reticulum endoplasma, RE halus dan RE kasar.
·
RE Kasar
Banyak sel
menyekresikan protein yang dihasilkan oleh ribosom yang melekat pada RE
kasar.permukaan luar membran RE kasar bertaburkan partikel kecil yang memberi
tampilan kasar atau granular. Yang terdiri atas tumpukan kantong relatif gepeng
bertaburkan ribosom.
·
RE Halus
Berfungsi dalam
berbagai proses metabolic, yang bervariasi menurut tipe sel.enzim-enzim pada RE
halus penting dalam sintesis lipid,termasuk minyak fosfolipid dan steroid.
Enzim-enzim lain pada RE halus membantu detoksifikasi obat-obatan dan racun,
terutama pada sel Hati. RE halus berbentuk jalinan tubulus-tubulus halus.
6. Aparatus Golgi/Badan Golgi
·
Pengolahan bahan mentah menjadi produk
jadi. Dalam kompleks golgi, protein “mentah” dari RE dimodifikasi menjadi
bentuk akhir (contoh, melekatkan karbohidrat ke protein tersebut).
·
Penyaringan dan mengarahkan produk
menuju tujuan akhirnya
7. Lisosom
Lisosom adalah organel kecil degradatif
terbungkus membrane yang menggunakan molekul organik.pada lisosom, molekul
organik adalah puing-puing sel dan asing
Materi asing, seperti bakteri, yang telah
dibawa ke dalam sel. Lisosom juga merupakan vesikula membran tertutup yang
terbentuk dari kompleks Golgi. Enzim lisosom mirip dengan enzim
hidrolitik yang dicerna oleh sistem
pencernaannya untuk mencerna makanan.
Enzim lisosom bekerja paling baik dalam
kondisi asam yag ditemukan dalam lisosom. Jika lisosom pecah, enzim yg dilepas
tidak aktif sebab sitosol mempunyai pH netral. Tapi, kebocoran yang berlebih
dapat menyebabkan kehancuran sel (auto digesti).
Lisosom melaksanakan pencernaan intraseluler (proses
dimana asupan bahan sel dan memecah mereka dalam membran sel , sebagai lawan
pencernaan ekstraseluler, di mana sel-sel mensekresikan enzim untuk memecah
komponen di luar dinding sel). Juga, lisosom melakukan fagositosis atau memakan
sel yang bersifat asing (bateri dan virus).
8. Mitokondria
Respirasi
seluler
respirasi seluler adalah proses
perombakan molekul organik kompleks yang kaya akan energi potensial menjadi
produk limbah yang berenergi lebih rendah (proses katabolik) pada tingkat seluler
yang berlagsung dalam tubuh.
·
Tahap-tahap respirasi seluler
a) Glikolisis
Kata Glikolisis
(glycolysis) berarti “pemecahan gula”. Glukosa yang sejenis seperti gula
berkarbon 6, lalu di pecah menjadi 2 gula yang masing masing mendapatkan
berkarbon 3. Gula yang lebih kecil dioksidasi dan atom – atom yang tersisah
disusun ulang untuk membentuk 2 molekul piruvat. (Piruvat adalah bentuk yang
terionisasi dari asam piruvat). Glikolisis dapat terbagi menjadi 2 fase :
• Investasi
energi
• Pembayaran energi
Ketika ATP
dihasilkan oleh fosforilasi tingkat – substrat dan NAD+ di reduksi menjadi NADH
oleh elektron yang dilepaskan dari oksidasi glukosa. Hasil dari energi netto
dari glikolisis, permolekul glukosa, adalah 2 ATP plus 2 NADH.
Selama proses ini, dua hidrogen dilepaskan dan dipindahkan ke
dua molekul NADH untuk digunakan nanti. Beberapa energi dari ikatan kimia yang rusak
dari glukosa digunakan secara langsung untuk mengkonversi ADP ke ATP. Namun,
glikolisis tidak efisien dalam hal ekstraksi energi: Hasil bersih hanya dua
molekul ATP per molekul glukosa yang diproses. Dan juga hydrogen dilepaskan dan
di transfer ke NADH yang lain.
Pada akhirnya, semua karbon yang awalnya
terdapat dalam glukosa menjadi berada dalam 2 molekul piruvat tidak ada CO2
yang di lepaskan selama glikolisis. Dan menghasilkan 2 asetil KoA.
a) Siklus
kreb
siklus kreb ini menghasilkan 2 ATP, 6 NADH, 2 FADH2, dan 4 CO2.
b)
Fosforilasi oksidatif
Fosforilasi oksidatif adalah Energi yang belum
dimanfaatkan masih tersimpan dalam hidrogen yang dilepas, yang mengandung
elektron pada tingkat energi tinggi.
Fosforilasi oksidatif mengacu pada proses dimana ATP
disintesis dengan menggunakan energi yang dilepaskan oleh elektron saat
dipindahkan. Proses ini melibatkan Dua kelompok protein,
keduanya terletak di mitokondria bagian dalam. sebagai
sistem transportasi electron dimulai, berenergi tinggi electron diekstraksi
dari Hidrogen di dalam NADH dan FADH2 dan ditransfer melalui serangkaian
langkah dari satu molekul pembawa elektron ke lain. Hasil dari fosforilasi
oksidatif ialah H2O dan CO2. Proses ini
merupakan sumber utama pembentukan ATP.
Siklus Sel
Adalah urutan
teratur dimana sel somatic menduplikasi isinya dan membelah menjadi dua bagian
sel yang identik. Sel manusia seperti sel otak dan sel hati memiliki 23
kromosom yang membelah menjadi 46 yang diwariskan dari masing-masing orang tua.
Ketika sebuah sel bereproduksi,
ia harus mereplikasi (menduplikat) semua kromosom melewati gennya ke generasi
sel berikutnya.
Siklus sel
terdiri dari dua periode utama: interphase, ketika sebuah sel berada tidak
membagi, dan fase mitosis (M), ketika sebuah sel membelah.
1. interfase
sel mereplikasi DNA-nya selama masa interfase. Interphase adalah keadaan aktivitas metabolik
yang tinggi; Pada saat inilah sel melakukan sebagian besar pertumbuhannya.
Interfase terdiri atas tiga fase G1, S dan G2.
Selama masa G1, sel aktif secara metabolik; Ini
bereplikasi sebagian besar organel dan komponen sitosolnya tapi bukan DNA-nya.
Replikasi sentrosom juga dimulai di G1.
Jarak antara G1 dan G2 berlangsung sekitar 8 jam, selama
fase S. replikasi DNA terjadi. Hasil dari replikasi DNA, ialah dua sel identic
terbentuk selama pembelahan sel. Kemudian dalam siklus sel akan memiliki bahan
gen yang sama.
Fase G2 memiliki jarak antara fase S dan fase mitotic
selama 4 sampai 6 jam. Selama G2 berlangsung sel tumbuh menjadi enzim dan
protein lain yang bersintesis pada persiapan untuk pembelahan sel dan replikasi
atas sentrosom telah usai.ketika DNA bereplikasi selama fase S sebagian
struktur heliks nya uncoils, dan dua helai yang terpisah pada titik dimana ikatan
hydrogen menghubungkan pasangan basa.
Pembelahan mitosis
1. profase
·
Selama
masa profase,kromatin menjadi terkumpar lebih rapat, terkondensasi menjadi kromosom diskret yang dapat diamati dengan mikroskop cahaya
·
Nucleolus
lenyap
·
Setiap
kromosom terduplikasi menjadi dua kromatid bersaudara yang tersambug pada
sentromernya
·
Gelendong
itotik mulai terbentuk
·
Sentrosom-sentrosom
bergerak saling menjauhi
2. Metafase
·
Merupakan
tahap mitosis yang paling lama, berlangsung sekitar 20 menit
·
Sentrosom
berada di kutub-kutub sel yg bersebrangan
·
Kromosom
berjejer pada lempeng metaphase
·
Kromatid
saudara melekat ke mikrotubulus kinetekor yang berasal dari kutub yang
bersebrangan
3. Anafase
·
Meruapakan
tahap mitosis paling pendek
·
Dimulai
ketika protein kohesi terbelah. Memungkinkan dua kromatid bersaudara memisah
secara tiba-tiba
·
Kromosom
anakan yang bebas mulai bergerak menuju ujung-ujung sel yang berlawanan saat
mikrotubulus kinetekor memendek.
·
Sel memanjang
saat tubulus non kinetekor memanjang
·
Akhir
anaphase, kedua ujung sel memiliki kromosom yang sama dan lengkap
4. Telofase
·
Dua nukleus
anakan terbentuk dalam sel
·
Selaput
nukleus muncul dari fragmen selaput nukleus induk dan bagian lain dari sistem endomembrane
·
Nucleolus
muncul kembali
·
Kromosom
menjadi kurang terkondensasi
·
Pembelahan
satu nukleus menjadi 2 nukleus yang identic telah usai.
5. Sitokinesis
·
Pada
sel hewan, sitokinesis melibatkan pembentukan lengkungan penyibakan, yang
membagi sel menjadi 2
·
Pembelahan
sitoplasma biasanya sudah berlangsung cukup jauh pada akhir telofase, sehingga
ke 2 sel anakan muncul tak lama setelah mitosis berakhir
Apoptosis (kematian sel terprogram) mengintegrasikan banyak jalur pensinyalan-sel
Sel sel yang terinfeksi atau rusak atau yang sekedar mencapai akhir masa hidup fungsionalnya seringkali memasuki program bunuh diri sel terkontrol yang di sebut apoptosis (dari kata yunani yang berarti “jatuh” dan di gunakan dalam puisi Yunani klasik yang mengacu pada daun daun yang berguguran dari pohon.) Selama proses ini, agen agen selular memotong motong DNA serta mencacah organel dan komponen sitoplasma lainnya. Sel menyusut dan menjadi berlobus lobus (disebut “blebbing”). Sedangkan bagian – bagain sel dikemas dalam vesikel – vesikel yang di telan dan dicerna oleh sel pemulung terspesialisasi, sehingga tidak ada jejak yang tertinggal. Apoptosis melindungi sel tetangga dari kerusakan yang akan di derita jika sel yang sekarat bocor dan melepaskan semua isinya, termaksuk banyak enzim pencernaan dan berbagai enzim lainnya.
Sherwood, L. (2001). Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Jakarta: EGC, 217-21.
Tortora, G. J., & Derrickson, B. (2012). Principles of anatomy & physiology. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Campbell, N. A. (2010). BIOLOGI: JILID 1. EDISI 8 (Vol. 1). Penerbit Erlangga.
Patton, K. T., Thibodeau, G. A., & Anthony, C. P. (2013














Komentar
Posting Komentar